Thursday, 6 November 2014
Monday, 3 November 2014
Bencana di Aceh mulai 1 dan 2 November 2014, Hujan Belum berhenti
Jalur banda Aceh menuju barat selatan aceh lumpuh total di akibatkan longsor di beberapa titik karena deras hujan yg sangat parah.
↹ Leupung longsor gunung pulot n paro
↹ Lhong. Longsor gunung kulu
↹ lamno. Longsor gunung geurute
Sebarkan ke sodara" kita yg ingin perpergiAn menuju ke barat selatan aceh agar menunggu informasi normal kembali dari SAT LANTAS Aceh. Indahnya berbagi informasi..!?
Sunday, 2 November 2014
(Ep 6)
(SETETES DARAH DAN CINTA DAHLIA)
Gelap dan warna itam telah menjadi hal biasa di malam hari, semilir mulai nakal memainkan rambut ikal, padahal pakek topi. Beberapa kampung hanya terlihat cahya senter dan api hiasan lilin, ah cahya semu. Handphone kembali berdering, menyeret dari saku celana lalu melihat, oh rupanya Dahlia yang call me.
DAHLIA : “Assalamualaikum bang Oos, sombong banget, kok nggak pernah sich kirim pesan pendek.” Ujarnya diseberang sana
OOS : Bang Oos kan nggak pesan apa apa, kenapa harus pendek dik.
DAHLIA : “Selalu kek gitu dia e. Bang, ni Dahlia mau minta tolong, ada keluarga kawan lagi sakit dan membutuhkan darah. Pa bisa bang.”
OOS : ya bisalah dek, siapapun memerlukan dan sesiapapun boleh donor darah jika memenuhi syarat yang ditentukan. Nah adek kan masih ingatkan syaratnya. Emang siapa kawan adek itu.
DAHLIA : “Insya Allah masih ingat bang, salah satunya nggak minum obatkan selama satu minggu, cukup HB dan tensi serta BB 50 kg kan kalau didaerah kita ini. Itu bang, keluarganya si Mel, perlu darah golongan B, 3 kantong.”
OOS : Si Mel yang mana tu dek, ni ya adek isi data pasien dulu. Nama, umur,jenis kelamin, alamat, sakit apa, Goldar dan berapa kantong, no HP pihak keluarga yang bisa dihubungi jika nanti ada pendonor.
DAHLIA : “Iya bang, data pasien masih ada ni Dahlia simpan. Itu bang si Mel, nama lengkapnya Melati. Sebentar bang ya, Dahlia kasih data ini dulu sama si Mel.”
OOS : Dek, si Mel itu apa udah punya cowok dia.
DAHLIA : “kenapa sich bang, tanya tanya itu, abang naksir ya. Dia udah punya pacar bang, baru saja pacarnya pulang.”
OOS : Abang tanya bukan karena naksir kok, cuma mau tanya lagi. Cowok si Mel itu golongan darahnya apa. Kalau dia belum tahu goldarnya biar kita cek dulu, yang penting dia mau donor darah. Apalagi itu untuk keluarga pacarnya, kan senang keluarga si Mel nanti jika cowoknya donor darah. Apalagi saat dibutuhkan.
DAHLIA : “Cowok si Mel itu Goldarnya B, tapi dia nggak berani donor darah, katanya dia pingin banget mendonor darah untuk keluarga si Mel namun dia takut jarum suntik. Begitu dibilang perlu goldar B tadi, dia langsung pamit pulang.”
OOS : hehehehe, emang hubungan mereka serius ya dek.
DAHLIA : “Bang Oos kok ketawa sich, ngejek kali dia ni. Hubungan si Mel dengan cowok dia serius bang, mereka kan sudah berjanji cinta sampai mati.”
OOS : Hahahaha, bilang cinta sampai mati, kok donor darah kagak berani dek. Cinta bukan sekedar kata kata, tapi perlu pembuktian. Cinta bukan hanya dipamerin tapi perlu keseriusan, cinta bukan sekedar jalan jalan tapi perlu pengorbanan.
DAHLIA : “Bang Oos kok udah ngomongin cinta cintaan sich. Intinya bang bahwa cowok dia nggak berani donor darah dan dia udah pulang serta nomor handphonenya tak bisa dihubungi, padahal si Mel mau pesan nasi goreng. Ini datanya udah siap bang, dikirim lewat sms saja ya. Makasih banyak bang Oos ya.”
OOS : jadi perlu cowok cuma untuk beli nasi goreng ya dek, hehehe wah lain kalilah kaum kami ya. Oke dek, thanks ya atas informasi keperluan darah, abang buat bahan untuk BC dulu ya, semoga nanti ada pendonor yang datang dengan suka rela. Insya Allah, semoga Allah mempermudahkannya. Selamat malam, selamat istirahat.
Thanks dan Salam sayang penuh cinta selalu
Nasruddin OOS
Padang Sikabu, 22 Oktober 2014
(Ep 5)
(SETETES DARAH DAN CINTA DAHLIA)
Bilangan genap dalam rumusan matematika terlihat masih berjejeran. Seperti membentuk kubus lalu hadirnya sisi sama panjang. Mungkinkah itu terkadang alasan membutuhkan kuadrat.
Pun kesedihan tidaklah rasional. Suatu akar 3 yang lain telah diam diam mendatangiku, bersama kami berkali membentuk satu angka yang kita pilih.
Dan pun cinta adalah jawaban nyata tentang makna hidup yang terkadang sulit dimengerti.
Seperti sore itu, kami kembali bertemu Dahlia, namun kali ini dia membawa temannya. Katanya kawan sekamar, saat ada pernyataan demikian aku tak membentuk rumus2 baru untuk sekedar tanya dan mengembangkannya.
Cerita cinta tak akan ada habisnya sepanjang peradaban pun terus dibicarakan walau terkadang hidup lurus itu bukanlah sebuah dosa tetapi sangat baik apalagi beribadah berjamaah.
Pendek dan panjang bincang2 kami disekitar bibir pantai yang hanya berjauhan 2 km. Intinya tak terdengar deburan ombak, hanya sekali2 melirik senyum gemetarnya serta penuh kekakuan si kawannya Dahlia ini kita sebut saja namanya Anggrek.
OOS ; dah lama ya temanan kalian.
ANGGREK ; “udah bang, tapi kalau dg abg baru sekali ini jumpa.”
(Ujarnya sambil menghela nafas, seakan2 dia mau berenang)
OOS ; dek, pa udah pernah donor darah?
ANGGREK ; “Belum bang”
OOS; kenapa?
ANGGREK ; “ya karna belum penting aja bang, kan selama ini nggak merasa penting donor darah itu. Apalagi kalau donor darah itu sakit”
OOS ; enggak merasa pentingnya, apa nggak mau membantu orang lain. Kata siapa donor darah itu sakit dek, kan kamu belum pernah donor darah?
ANGGREK ; “Iya bg, kalau nanti ntah nggak tahu. Dengar2 sich sakit waktu ditusuk dengan jarum itu, kan jarumnya gedek bang.”
OOS; dek, kek mana bisa kamu katakan sakit tentang yg belum pernah kamu alami, itu hanya rasa takut, ketakutan hanya ada diperasaan mu dan itu sebuah ilusi.
ANGGREK ; “iya hai bang sakit tu. Ah nggak mau bg”
OOS ; Dek, kalau begitu. Izinkanlah aku untuk menyakiti mu agar kau cepat bahagia.
ANGGREK ; “kek mana bahagia jika disakiti bang”.
OOS ; kata mu tadi, bahwa donor darah itu sakit padahal tidak sakit malahan membuat sehat secara kesehatan. Maksudnya, jika itu memang sakit maka kita buktikan kesakitan itu, biarkan aku menyakitinya dengan mengajak mu ke Unit Transfusi Darah. Sehingga kau cepat bahagia, maksudnya, setelah donor darah nanti kamu mengetahui betapa berarti dan bergunanya dirimu untuk orang lain sungguh hal tersebut adalah sebuah kebahagiaan. Ya itu jika darah mu nggak terkenak virus.
ANGGREK ; “emangnya flasdisc bang bisa kenak virus.”
OOS ; hehehehe, ya itu semua melalu proses pemeriksaan oleh tenaga medis dek. Jiwa yang sehat, darah yang sehat, akan menghasilkan tindakan tindakan yang sehat.
ANGGREK ; “Adek pikir2 dulu ya bang, kalau ntar udah merasa siap untuk donor darah akan Anggrek hubungi abg, ya. Minta lu pin bg OOS”
OOS ; Semoga dek, rasanya tak adil saja jika naluri ingin membantu dapat dikalahkan oleh rasa takut yang menghantui. Ini pin OOS ya 229887E9.
Begitulah kiranya bincang2 kami sebelum benar2 waktu magrib. Anggrek menunggu waktu yang tepat untuk mendonor darah sedangkan pendonor lainnya banyak yang tepat waktu donorkan darahnya. Sampai jumpai di episod selanjutnya.
BFLF Aceh Barat Daya.
Salam Sayang Penuh Cinta Selalu
Nasruddin Oos
Blangpidie, 23 September 2014
Link vidio foto kebersamaan
kawan_kawan semua
bisa diliat dibawah ini
anak UNMUHA MANAJEMEN, Let 011, Unit B
https://www.facebook.com/video.php?v=841153652570942&set=o.107124959405966&type=2&theater
bisa diliat dibawah ini
anak UNMUHA MANAJEMEN, Let 011, Unit B
https://www.facebook.com/video.php?v=841153652570942&set=o.107124959405966&type=2&theater
Subscribe to:
Posts (Atom)






















































.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)










.jpg)
.jpg)
.jpg)





























.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
